Surabaya, SuaraGlobal.Net – Mantan tokoh muda struktural PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, melayangkan pesan mendalam yang ditujukan khusus bagi generasi muda dan para militan di Kota Pahlawan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merapatkan barisan guna mengawal stabilitas pembangunan di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi hingga akhir masa jabatan.
Sebagai salah satu figur muda yang turut membidani lahirnya kepemimpinan Eri-Armuji sejak periode pertama hingga berlanjut ke periode kedua, Achmad Hidayat menegaskan bahwa keberlanjutan program pembangunan di Surabaya harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, energi positif dari kaum muda sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh program pro-rakyat berjalan optimal.
“Sebagai bagian yang ikut mengawal proses lahirnya kepemimpinan Mas Eri dan Cak Armuji hingga bisa mengabdi selama dua periode, saya memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan rekan-rekan muda dan para militan di Surabaya. Mari kita fokus membantu dan menyukseskan program-program strategis yang dicanangkan pemerintah kota demi kesejahteraan warga,” ujar Achmad Hidayat dalam keterangannya.
Lebih lanjut, tokoh alumnus Unesa ini mengingatkan pentingnya merawat nilai-nilai toleransi dan kegotongroyongan di tengah dinamika sosial politik yang berkembang. Di tengah adanya riak-riak kecil maupun hembusan isu dari kelompok-kelompok tertentu, termasuk kemunculan narasi negatif yang sempat mencoba mendiskreditkan kinerja pemkot. Ia meminta anak muda Surabaya untuk tidak mudah terprovokasi.
“Surabaya adalah kota yang dibangun di atas fondasi toleransi yang kuat. Anak-anak muda tidak boleh termakan oleh propaganda atau isu-isu yang berpotensi memecah belah kebersamaan kita. Ketika ada dinamika atau benturan persepsi dari golongan mana pun, jawaban terbaik kita adalah dengan tetap menjaga situasi kota agar tetap kondusif dan terus mendukung kerja nyata,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Achmad Hidayat menekankan bahwa pengawalan terhadap jalannya roda pemerintahan bukan sekadar bentuk dukungan politik, melainkan wujud kepedulian generasi penerus terhadap masa depan Kota Surabaya agar tetap menjadi rumah yang aman, toleran, dan berkemajuan bagi semua. (Raka)












