Foto: cuplikan tangkapan layar dari medsos tiktok dengan akun @redaksi_d_onenews.
Surabaya, SuaraGlobal.Net – Kemarin sore hari publik kota Surabaya sempat dikejutkan “kedermawanan” Eri Cahyadi Wali kota Surabaya melalui medsos tiktok dengan akun @redaksi_d_onenews.
Dalam video berdurasi pendek itu dinarasikan, bahwa Walikota Surabaya 2 periode tersebut memberikan bantuan dana hibah renovasi pembangunan asrama Polri Koblen Surabaya melalui Kombes Luthfi selaku Kapolrestabes Surabaya, namun dalam narasi tersebut tidak disebutkan berapa jumlah nominal ” keringat ” rakyat tersebut diserahkan.
Disaat rakyat menjerit dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, Wali kota Surabaya malah “nguyahi segoro” dengan memberikan bantuan kepada institusi Polri di tengah tengah efisiensi global yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Seperti diketahui khalayak, bahwa TNI-Polri mempunyai anggaran sendiri melalui APBN, dan jumlahnya sangat fantastis. Triliunan rupiah tentunya.
“Terima kasih Pak Wali kota, atas hibah yang diberikan. Kemarin kendalanya banyak anggota yang kos dan ngontrak dengan mencari harga yang murah,” demikian sepenggal ucapan Luthfi pada Eri Cahyadi.
Betapa konyolnya Wali kota Surabaya ini, disaat ketimpangan sosial tengah melanda warganya seharusnya ia berfokus dulu untuk pemerataan bantuan-bantuan kepada rakyatnya yang saat ini daya beli sudah sangat rendah.
Sebagian besar rakyat Surabaya tengah membutuhkan bantuan pembangunan rumah layak huni, namun bukan rahasia lagi semua melalui proses filterisasi yang sangat ketat oleh dinas terkait.
Kebijakan bantuan pendidikan juga perlu dijadikan skala prioritas untuk ditambah, dan masih banyak kebutuhan sosial lainnya yang butuh perhatian ekstra dari Wali kota berwajah tampan tersebut ditengah-tengah keuangan pemerintah yang sedang defisit, namun rakyat menjerit, tapi Wali kota Surabaya sok berduit. (Wied)












