Foto: Peringatan Hari Kartini di TK Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) 30 Tambakrejo, kabupaten Sidoarjo.
Oleh : Fitria Wulan, S.S, S.Pd (Panitia Kegiatan / Guru TK Muslimat NU 30 Tambakrejo)
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Ada yang berbeda pada peringatan Hari Kartini di TK Muslimat NU 30 Tambakrejo yang beralamat di Jalan Raya Tambakrejo Nomor 12, Tambakrejo, Waru, kabupaten Sidoarjo tahun ini. Jika biasanya tanggal 21 April identik dengan kemewahan busana adat, kali ini para siswa tampak bersahaja namun tetap bersemangat mengenakan seragam sekolah. Bukan tanpa alasan, pilihan ini diambil untuk membawa pesan mendalam: bahwa esensi perjuangan Raden Ajeng Kartini bukan terletak pada apa yang dikenakan, melainkan pada apa yang ada di dalam pikiran dan hati.
Peringatan kali ini mengajak Siswa untuk melihat sisi lain dari sang pahlawan. Para guru bercerita bahwa meskipun Kartini adalah seorang bangsawan, beliau tidak pernah sombong. Beliau adalah sosok yang rendah hati dan lebih memilih untuk fokus pada buku-bukunya daripada kemegahan statusnya. Dengan mengenakan seragam sekolah, anak-anak diajarkan bahwa identitas utama mereka saat ini adalah sebagai pelajar yaitu sosok yang paling dicita-citakan Kartini untuk ada di bumi Indonesia.
Rangkaian kegiatan pun difokuskan pada nilai literasi, budi pekerti dan seni. Kegiatan diawali dengan keceriaan di dalam kelas. Jemari mungil para siswa dengan antusias menggoreskan warna pada lembar kertas, membuat karya seni mewarnai mahkota bergambarkan sosok Ibu Kartini dan bunga melati.

Puncak peringatan ditandai dengan pelaksanaan upacara Hari Kartini. Meskipun masih berusia dini, para siswa belajar berbaris rapi, memberikan penghormatan kepada bendera merah putih sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan dan pendidikan yang mereka rasakan berkat perjuangan para pahlawan.
Kegiatan ditutup dengan pawai Hari Kartini yang sederhana dan meriah di lingkungan sekolah. Dengan langkah tegap dan senyum mengembang di mana para siswa berjalan dengan bangga menunjukkan identitas mereka sebagai generasi penerus pendidikan bangsa.

Perayaan Hari Kartini tahun ini meninggalkan kesan yang kuat di hati siswa PG TK Muslimat NU 30 Tambakrejo. Mereka belajar bahwa menjadi “Kartini Masa Kini” berarti berani bermimpi besar, semangat belajar, dan berjuang demi kemajuan di Indonesia. (AGN)












