Foto: Kafip Inrayudi.
Surabaya, SuaraGlobal.Net – Kafip Inrayudi, tokoh pemuda asal Kecamatan Bulak, resmi meluncurkan gerakan sosial bertajuk GONG (Gerakan Orang Kampung) Surabaya pada Sabtu malam (5/9/2026). Inisiatif ini digagas untuk mematahkan stigma negatif yang kerap melekat pada pemuda di kawasan pesisir utara Surabaya sekaligus menyediakan ruang advokasi langsung bagi masyarakat.
Sebagai Ketua Laskar Pemuda RT 04 RW 02 Bulak, Kafip selama ini aktif mengedukasi warga terkait pencegahan kenakalan remaja, pentingnya peranan pemuda di struktur RT dan Karang Taruna, hingga mendorong generasi muda agar melek politik.
Kafip mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap label miring yang sering ditujukan kepada anak-anak pesisir Bulak.
”Saya ingin mulai dari Bulak. Anak kampung di pesisir ini sering dianggap minim pendidikan. Bahkan ada istilah yang bikin menangis, seperti ‘arek utara doyan mendem’, begal, hingga narkoba. Melalui GONG Surabaya, saya ingin menggerakkan orang-orang kampung untuk aktif berkarya,” ujar Kafip saat diwawancarai SuaraGlobal.Net.
Sulap Rumah Jadi Posko Advokasi Warga
Tak sekadar gerakan moral, Kafip secara terbuka menjadikan kediamannya sebagai Posko GONG Surabaya.
Posko ini difungsikan sebagai pusat pengaduan dan advokasi bagi warga yang menghadapi berbagai persoalan sosial, kendala pendidikan seperti tebus ijazah tertahan, hingga pendampingan bantuan sosial dari pemerintah pusat maupun Pemkot Surabaya agar tepat sasaran. Selain itu, posko ini juga mendorong pemuda dan warga kampung untuk mengikuti berbagai program pelatihan kerja dan kewirausahaan yang digelar oleh dinas-dinas terkait di Kota Surabaya.
Tuntut Kepedulian Wakil Rakyat Dapil 3
Kafip juga memfokuskan gerakan ini untuk mengawal aspirasi warga kepada para wakil rakyat di DPRD Kota Surabaya, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi kawasan Bulak. Mengingat wilayah pesisir ini menjadi salah satu basis suara potensial bagi partai-partai besar seperti PDI Perjuangan, PKB, PKS, NasDem, hingga Demokrat.
”Dewan DPRD kita di Dapil 3 ini kan banyak, mas. Tiap musim kampanye selalu datang dan memohon-mohon suara ke warga. Sekarang saatnya mereka juga harus mendengar keluhan-keluhan warga yang telah memilih mereka,” tegas Kafip.
Sentuhan Spiritual dan Harapan Perubahan
Di samping aksi sosial dan advokasi politik warga, pemuda yang juga aktif memakmurkan tempat ibadah ini mengajak pelajar tingkat SMP hingga SMA untuk meramaikan musholla di lingkungan sekitar. Menurutnya, benteng keimanan adalah fondasi utama agar generasi muda terhindar dari pergaulan negatif.
Sebagai penutup wawancara, Kafip menegaskan tekadnya untuk mengawal gerakan ini hingga memberikan dampak nyata yang dapat diukur oleh masyarakat.
”GONG Surabaya bukan sekadar ajang berkumpul, tapi ini adalah gerakan perubahan yang terukur. Kami mulai dari tingkat RT ini untuk membuktikan bahwa orang kampung pesisir mampu berprestasi, mandiri, dan berani menuntut haknya. Semoga langkah kecil dari Bulak ini bisa menjadi pemantik inspirasi bagi pemuda di seluruh pelosok Surabaya,” pungkasnya penuh optimisme. (raka)












