Call Center 112 Pemkab Gresik Jadi Korban PHP Selama Lebaran, 859 Panggilan Masuk Hanya 45 yang Serius

Foto: Ilustrasi Call Center 112 Pemkab Gresik.

Gresik, SuaraGlobal.Net – Call Center 112 milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat total 859 panggilan masuk selama periode libur Lebaran, sejak 28 Maret hingga 7 April 2025. Namun, berdasarkan data yang masuk malah mayoritas panggilan tidak untuk kondisi darurat. Hal itu terungkap dari data yang disadur dari akun Instagram resmi @gresikakas112.

Ada sebanyak 86,6 persen panggilan yang diterima melalui layanan Call Center 112, tergolong tidak serius.

Rinciannya, 45,5 persen merupakan prank call alias panggilan iseng. 28,9 persen lainnya dikategorikan sebagai ghost call, yakni panggilan kosong tanpa suara atau sambungan otomatis. Sisanya, 13,7 persen adalah permintaan informasi. Dan, 11,9 persen yang termasuk dalam panggilan normal. Jika dipilah lagi, hanya 2,1 persen merupakan panggilan normal. Sementara, 11,3 persen berupa panggilan permintaan informasi. Dari total 859 panggilan, terdapat 48 kasus yang dikategorikan sebagai panggilan normal.

Baca Juga ;  Usai Beritakan Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Lamongan, Wartawan Diancam

Jenis kedaruratan yang paling banyak ditangani adalah evakuasi hewan liar sebanyak 10 kasus. Kemudian disusul kecelakaan sebanyak 9 kasus, dan 5 kasus permintaan bantuan warga.

Berikut rincian jenis panggilan normal:
• Darurat medis: 5
• Derek mobil: 1
• Evakuasi hewan liar: 10
• Gangguan kamtibmas: 3
• Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT): 1
• Kecelakaan: 9
• Evakuasi ODGJ: 2
• Evakuasi pohon tumbang: 1
• Pengaduan fasilitas umum: 1
• Pengaduan PDAM: 2
• Pengaduan PJU (penerangan jalan umum): 2
• Pengaduan PLN: 2
• Permintaan penebangan pohon: 1
• Permintaan bantuan warga: 5

Baca Juga ;  Kegiatan Maulid Nabi SD Negeri Pucang 1 Sidoarjo dengan Tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW”

Penyebaran Lokasi Panggilan
Sebaran laporan yang ditindaklanjuti menunjukkan persebaran panggilan di sejumlah kecamatan. Kecamatan Kebomas tercatat paling banyak menerima tindak lanjut dengan 8 kasus, diikuti Manyar dan Gresik masing-masing 6 kasus. Sebaran laporan dari kecamatan yang ditindaklanjuti, selain yang ditulis berarti nol atau tidak ada :
• Bungah: 3
• Manyar: 6
• Duduksampeyan: 2
• Kebomas: 8
• Gresik: 6
• Cerme: 5
• Benjeng: 2
• Balongpanggang: 3
• Menganti: 4
• Kedamean: 1
• Driyorejo: 4
• Wringinanom: 4

Baca Juga ;  UPTD SDN Aengsareh 1, Sekolah Favorit Desa yang Ada di Kecamatan Sampang

.(Ges)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *