Pengarahan Pendampingan Anak sebagai Upaya Optimalisasi Perkembangan Peserta Didik

Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – SDN Rejeni kecamatan Krembung melaksanakan kegiatan seminar bertemakan Pengarahan Pembimbingan terhadap Anak pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan pemahaman guru dan orang tua terkait pentingnya pendampingan yang tepat terhadap peserta didik, khususnya dalam menghadapi keberagaman kemampuan belajar anak di lingkungan sekolah.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya peserta didik dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda, termasuk siswa yang belum lancar membaca, menulis, maupun berhitung, serta anak yang memerlukan perhatian dan pendampingan lebih intensif. Melalui kegiatan ini, sekolah menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila mendapatkan bimbingan yang sesuai, serta menolak anggapan bahwa keterlambatan belajar merupakan bentuk ketidakmampuan anak.
Kegiatan seminar menghadirkan Yokhanan Nugroho, M.Pd, sebagai narasumber utama. Beliau merupakan lulusan S2 Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan memiliki pengalaman di bidang pendampingan anak serta pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Dalam pemaparannya, Yokhanan Nugroho, M.Pd menekankan pentingnya perubahan pola pikir pendidik dan orang tua dalam menyikapi perbedaan kemampuan anak. Ia menyampaikan bahwa keterlambatan dalam membaca atau memahami pelajaran bukanlah tanda bahwa anak tidak cerdas, melainkan sinyal bahwa anak membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda.
“Setiap anak memiliki karakteristik dan cara belajar yang tidak sama. Perbedaan tersebut bukanlah kekurangan, melainkan keunikan. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak yang belum menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kesabaran, konsistensi, dan kerja sama antara guru dan orang tua dalam mendampingi anak, terutama bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan membaca atau memahami materi pelajaran. Pendampingan yang tepat diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri anak serta mendorong perkembangan kemampuan akademik dan sosialnya.

Baca Juga ;  Hari Ibu, Momentum Menguatkan Peran Ibu dalam Menyelamatkan Generasi Bangsa

Kegiatan seminar ini sejalan dengan program dan visi Kepala Sekolah SDN Rejeni, Lailatul Badriyah, M.Pd, dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik secara optimal. Ia menyampaikan bahwa sekolah berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang adil dan memperhatikan kebutuhan belajar setiap anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan orang tua memiliki pemahaman yang sama bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendampingan sesuai dengan kebutuhannya. Sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” ujar Lailatul Badriyah, M.Pd.

Baca Juga ;  Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Berbagi Praktik Baik: Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pembelajaran Mendalam bersama Komite dan Paguyuban SDN Kedungsumur 3 Krembung

Selain itu, kegiatan seminar juga dipandu oleh Yenny Dwijayanti, S.Pd, guru SDN Rejeni yang bertindak sebagai pembawa acara. Dalam penyampaiannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak.
“Melalui seminar ini, kami berharap terjalin kesamaan pemahaman antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi anak. Dengan pendampingan yang selaras, anak akan merasa lebih nyaman, percaya diri, dan termotivasi dalam belajar,” ujar Yenny Dwijayanti, S.Pd.

Baca Juga ;  Tawa Kebahagiaan Terpancar Jelas dari Penerima Manfaat BLT Kesra di Desa Rapa daya Kecamatan Omben

Dengan terselenggaranya seminar ini, SDN Rejeni berharap dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya pendampingan anak dalam proses belajar. Sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung, sehingga setiap peserta didik, termasuk yang masih mengalami kesulitan belajar, dapat berkembang secara maksimal dan mencapai potensi terbaiknya. (AGN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *