Foto: Peresmian program revitalisasi 29 satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti.
Oleh : Anita Wanodiya Kurnia (Kepala Sekolah SDN Sidodadi, kecamatan Candi, kabupaten Sidoarjo)
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Pada hari Selasa, 14 April 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) meresmikan program revitalisasi 29 satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam acara yang digelar di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Program revitalisasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Mimik Idayana menjelaskan, pada tahun 2025 Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan revitalisasi untuk 29 satuan pendidikan yang terdiri dari 2 taman kanak-kanak (TK), 24 sekolah dasar (SD), dan 3 sekolah menengah pertama (SMP), dengan total anggaran mencapai Rp20,3 miliar.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan tambahan kuota revitalisasi untuk tahun 2026, yang kemudian mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.
Selain bersumber dari APBN, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut mengalokasikan anggaran melalui APBD guna mendukung peningkatan mutu pendidikan. Di antaranya pembangunan SMP Negeri 2 Tulangan dan SMP Negeri 2 Prambon dengan total anggaran sekitar Rp7,1 miliar, serta program rehabilitasi sekolah lainnya.
“Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga mampu mencetak generasi Sidoarjo yang unggul,” tambahnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional saat kunjungan dan sosialisasi di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa terdapat dua program utama yang menjadi fokus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program pertama adalah revitalisasi satuan pendidikan. Secara nasional, pemerintah telah melaksanakan revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan.
Khusus untuk Kabupaten Sidoarjo, terdapat 45 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan dengan total anggaran mencapai sekitar Rp45 miliar. Bantuan tersebut mencakup jenjang SD dan SMP, serta termasuk SMA, SMK, dan SLB. Ia berharap sarana dan prasarana yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Selain revitalisasi, pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan. Secara nasional telah didistribusikan lebih dari 68.000 perangkat pendukung digital untuk sekolah-sekolah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sidoarjo.

Di bidang penguatan pendidikan karakter, Kemendikdasmen menggulirkan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini diharapkan telah dilaksanakan di seluruh sekolah di Sidoarjo. Salah satu implementasinya adalah kegiatan “Pagi Ceria” yang mencakup senam Anak Indonesia Hebat. Senam tersebut bahkan telah ditonton lebih dari 200 juta kali di YouTube.
Selain itu, terdapat penguatan melalui program upacara bendera yang di dalamnya memuat Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bagian dari pesan Presiden kepada generasi muda. Pemerintah juga mendorong terwujudnya sekolah yang aman, nyaman, dan sehat melalui penguatan UKS, penyediaan tempat cuci tangan, serta kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa.
Upaya membangun budaya hidup sehat juga diiringi dengan gerakan menjaga kebersihan lingkungan, bebas dari sampah dan polusi, serta membudayakan hemat energi dan hemat air.
Dalam peningkatan kualitas guru, Abdul Mu’ti menyampaikan adanya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester. Guru yang telah menyelesaikan S1 dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta memenuhi persyaratan berhak memperoleh tunjangan sertifikasi yang kini ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Ke depan, seluruh guru juga akan mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai prioritas program kementerian. Secara nasional, pelatihan ini dialokasikan bagi jutaan guru. Selain itu, pada tahun 2025–2026 pemerintah akan menyelenggarakan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru, seiring dengan mulai diajarkannya Bahasa Inggris sejak kelas 3 sekolah dasar.

Mendikdasmen mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas terlaksananya berbagai program tersebut. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. (AGN)












