Foto: kegiatan MPLS yang bertemakan Ambulance Goes to School dari SDN Klantingsari 1 yang bekerja sama dengan LAZISMU.
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – SDN Klantingsari 1 kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan peduli terhadap kesehatan melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertemakan Ambulance Goes to School yang bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZISMU). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi kondisi darurat serta mengenalkan fungsi ambulans dan pertolongan pertama kepada para siswa.
Program MPLS ini menghadirkan tim relawan dan ambulans dari LAZISMU yang memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah, tata cara menghubungi layanan darurat, serta pengenalan peralatan medis yang terdapat di dalam ambulans. Para siswa juga mendapatkan kesempatan melihat secara langsung fasilitas ambulans dan memahami prosedur penanganan pasien dalam keadaan darurat. Program edukasi kesehatan dan layanan ambulans merupakan bagian dari pilar kesehatan dan pendidikan yang dikembangkan LAZISMU.

Kepala sekolah SDN Klantingsari 1, Ani Nur Musamah, S.Pd.I menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan LAZISMU. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman, sehat, dan tanggap terhadap situasi darurat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan, kesehatan, dan kepedulian terhadap sesama. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat sebagai bekal bagi anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Antusiasme tampak dari seluruh siswa yang aktif mengikuti sesi edukasi, demonstrasi penggunaan peralatan medis, hingga simulasi penanganan keadaan darurat. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, para peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Melalui kolaborasi antara SDN Klantingsari 1 dan LAZISMU, diharapkan tercipta budaya sekolah yang semakin siap menghadapi kondisi darurat sekaligus menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan semangat tolong-menolong sejak dini. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan Sekolah Aman yang memberikan rasa nyaman dan perlindungan bagi seluruh warga sekolah. (AGN)












