Kediri, SuaraGlobal.Net – Momentum liburan sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Wisata Bukit Gandrung (WBG) yang berada di Tanggulasi, Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (01/01/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pagi hari arus pengunjung terus berdatangan. Mayoritas wisatawan merupakan keluarga yang memanfaatkan libur sekolah dan akhir pekan untuk menikmati suasana alam perbukitan yang sejuk dan asri. Hamparan pepohonan hijau serta area wisata yang cukup luas menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.
Selain panorama alam, Wisata Bukit Gandrung juga dilengkapi fasilitas kolam renang untuk anak-anak dan orang dewasa. Keberadaan fasilitas ini menambah pilihan aktivitas wisata keluarga selama masa liburan sekolah dan Nataru.
Salah satu pengunjung, Sutrisno (40), menyampaikan bahwa Wisata Bukit Gandrung menjadi pilihan karena fasilitasnya yang ramah keluarga.
“Liburan sekolah bertepatan dengan Nataru, jadi kami memilih tempat yang bisa dinikmati semua usia. Anak-anak bisa berenang, sementara orang tua menikmati suasana,” ujarnya.
Untuk harga tiket masuk (HTM), pengunjung dikenakan Rp20.000 bagi dewasa dan Rp12.500 bagi anak-anak. Tarif tersebut dinilai terjangkau oleh masyarakat dengan fasilitas dan suasana wisata yang tersedia.
Dari sisi aksesibilitas, Wisata Bukit Gandrung dapat dijangkau dengan mudah dari pusat Kota Kediri melalui jalur Kediri–Kandangan–Desa Medowo. Lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu perjalanan sekitar 45 hingga 60 menit, bergantung kondisi lalu lintas. Kondisi jalan menuju lokasi relatif baik dan dilengkapi petunjuk arah.
Ramainya kunjungan selama libur sekolah dan Nataru menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam keluarga di wilayah Kabupaten Kediri. Wisata Bukit Gandrung Kecamatan Kandangan diharapkan terus menjadi destinasi unggulan daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata lokal. (Doi)












