Menanam Bersama Ayah, Puncak MPLS TK Muslimat NU 37 Pepelegi Tanamkan Karakter dan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Foto: Peserta didik PG Ar Raudhah dan TK Muslimat NU 37 Pepelegi bersama ayahnya.

 

Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai halaman TK Muslimat NU 37 Pepelegi dan PG Ar Raudhah Pepelegi pada Sabtu (18/7/2026). Dalam rangka Puncak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah menggelar kegiatan bertajuk *Menanam Bersama Ayah* dengan tema “Menanam Harapan, Menuai Masa Depan.”

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh para peserta didik PG Ar Raudhah dan TK Muslimat NU 37 Pepelegi bersama ayah dan bunda. Kehadiran para orang tua, khususnya ayah, menjadi simbol kuat pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Kepala sekolah TK Muslimat NU 37 Pepelegi, Hj. Nurul Istiqomah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam bibit, tetapi juga menanam nilai-nilai kehidupan. Menurutnya, setiap bibit yang ditanam merupakan simbol harapan, kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, serta komitmen orang tua dalam mendampingi anak hingga tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.

Baca Juga ;  Warga Sawahan Disulap Jadi 'Kontraktor Dadakan' Proyek Rp13 Miliar, Risiko Hukum Mengintai

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak belajar bahwa segala sesuatu yang besar berawal dari hal-hal kecil yang dirawat dengan penuh kesabaran. Begitu pula dalam mendidik anak. Dibutuhkan kebersamaan antara sekolah dan keluarga agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang hebat,” tutur Hj. Nurul Istiqomah.

Beliau juga mengajak seluruh keluarga untuk terus merawat bibit yang telah ditanam di rumah. Bahkan, sekolah telah menyiapkan reward khusus bagi orang tua yang mampu merawat tanaman tersebut hingga tumbuh besar, terlebih apabila berhasil berbuah. Program ini diharapkan menjadi penyemangat sekaligus pengingat bahwa proses merawat membutuhkan ketekunan, sebagaimana merawat dan mendidik anak.

Baca Juga ;  Tak Perlu Dahak, Warga Surabaya Kini Bisa Deteksi TBC Lewat Air Liur Target Eliminasi 2030

Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua, serta memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam membangun karakter anak sejak usia dini.

Gelak tawa, semangat, dan antusiasme tampak menghiasi seluruh rangkaian acara. Momen kebersamaan ini menjadi penutup yang berkesan bagi pelaksanaan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027, sekaligus menjadi langkah awal dalam menanam harapan demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Baca Juga ;  Bulog Turut Campur, Kelurahan "Ketiban Sampur"

Karena setiap pohon yang tumbuh adalah saksi cinta orang tua, dan setiap anak yang bertumbuh adalah buah dari pendidikan, doa, serta kasih sayang yang dirawat bersama. (AGN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *