Meningkatkan Karakter Siswa SDN Lemujut Melalui Peringatan Hari Kartini 2026

Foto: Kepala Sekolah dan Para Guru SDN Lemujut, kecamatan Krembung saat Memperingati Hari Kartini 2026.

 

Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April bukan hanya sekadar mengenang sejarah perjuangan seorang tokoh perempuan Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini dapat diinternalisasikan dalam kehidupan peserta didik agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berani, dan peduli terhadap sesama.

Hari Kartini identik dengan semangat emansipasi, pendidikan, dan keberanian untuk melawan ketidakadilan. Dalam konteks pendidikan modern, nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi sikap percaya diri, semangat belajar, serta kemampuan untuk menghargai perbedaan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran strategis untuk menjadikan peringatan ini sebagai sarana pembentukan karakter, bukan hanya seremoni tahunan.

Baca Juga ;  Puluhan Orang Tertipu SK PNS Palsu di Gresik, Korban Sudah Datang Berseragam Lengkap ke Kantor Bupati

Peringatan Hari Kartini dapat diisi dengan berbagai kegiatan edukatif yang bermakna. Misalnya, lomba pidato tentang tokoh perempuan, pementasan budaya daerah, pantomim, pertunjukan tari kreasi, serta kegiatan bazar sekolah. “Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga menanamkan nilai percaya diri, kerja sama, dan tanggung jawab,” ujar Kepala Sekolah SDN Lemujut Dra. Ririn Winartiningtyas, S.Pd.

Baca Juga ;  PGTKM NU 30 Tambakrejo Gelar Kegiatan Pra Siaga

Selain itu, para guru dapat mengintegrasikan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam pembelajaran sehari-hari. Misalnya, dengan memberikan tugas yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, serta menghargai pendapat orang lain.

Pembentukan karakter tidak akan efektif tanpa keteladanan. Guru dan tenaga pendidik perlu menjadi contoh nyata dalam menunjukkan sikap disiplin, sopan santun, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami nilai-nilai secara teori, tetapi juga melihat praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat Kartini yang gigih dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk terus mendampingi siswa dalam mengembangkan potensi terbaik mereka. (AGN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *