Pemimpin Surabaya Memang Hebat, Jago Hamburkan Uang Rakyat

Foto: Acara IMI yang bertajuk Sunmori and Safety Riding di Balai Kota Surabaya.

 

Surabaya, SuaraGlobal.Net – Judul berita diatas rasanya sangat tepat di sematkan pada seorang Eri Cahyadi, Wali kota Surabaya. Ditengah himpitan ekonomi yang sangat masif, masyarakat Surabaya kembali disuguhi kegiatan pemborosan anggaran daerah, yang sama sekali tidak ada keberpihakannya pada kepentingan masyarakat.

Minggu pagi (26/4/2026) di Balai Kota Surabaya, IMI ( Ikatan Motor Indonesia ) mengadakan agenda bertajuk Sunmori and Safety Riding, yang diikuti kendaraan roda 2 dengan berbagai merk dan jenis. Dengan start di Balai Kota dan finish di kampus Unesa Surabaya.
“Agenda ini di fasilitasi oleh Bapak Wali kota. Tujuannya agar warga Surabaya dalam berkendara mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Cak Surin, panggilan akrab Ketua IMI Surabaya dalam sepenggal sambutannya.

Namun sayangnya agenda “kampanye” tertib berlalu lintas ini sedikit ternoda, awak media menemukan beberapa kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan sesuai standarisasinya.

Baca Juga ;  Empat Kepala Desa di Sidoarjo di tetapkan Tersangka Terkait Jual Beli Jabatan !!

Foto: Salah satu kendaraan peserta Sunmori and Safety Riding yang tidak dilengkapi perlengkapan standarisasi motor dan memakai knalpot brong.

Sempat diumumkan bahwa Wali kota Surabaya berhalangan hadir dalam agenda pagi tadi. Dikarenakan ada kegiatan manasik haji, namun entah dimana kegiatan manasik haji tersebut, belum bisa termonitor oleh awak media.

Sebagai informasi, belum lama ini Wali kota berwajah tampan tersebut memberikan danah hibah kepada Polrestabes Surabaya. Dana hibah yang cukup kontroversi itu ia berikan untuk renovasi pembangunan asrama polri di Koblen dan pembangunan kantor Polsek Tegalsari.

Juga rencana kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengganti mobil dinas di lingkungan dinas dan kecamatan dengan mobil listrik, karena beberapa alasan utama, yakni efisiensi anggaran, ramah lingkungan, serta mendukung program pemerintah pusat. Dan kebijakan ini menargetkan peralihan penuh ke kendaraan listrik mulai bulan Mei 2026.

Baca Juga ;  SDN Krembung 2: Berbagi Takjil Bukan Sekadar Memberi Makanan, tetapi Menumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan pada Siswa

Patut disesalkan, manakala Pemkot berupaya melakukan efisiensi anggaran, konon salah satu caranya yaitu pemangkasan gaji maupun tunjangan para ASN, termasuk tenaga outsourcing di lingkup kerja Pemkot Surabaya beberapa tahun lalu, hingga diberlakukannya digitalisasi parkir, dengan harapan dapat menambah PAD dan mencegah kebocoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Surabaya.

Namun disisi lain yang terjadi justru sebuah pemborosan anggaran yang terkesan semua gue, yaitu dengan adanya pemberian hibah dari Wali kota Surabaya kepada Polrestabes Surabaya, hingga memfasilitasi berbagai kegiatan, termasuk Sunmori and Safety Riding yang tidak masuk dalam skala prioritas urgensi kepentingan masyarakat.

Begitu juga dengan rencana peralihan secara masal mobil dinas berbahan bakar bensin dan solar ke mobil listrik. Dengan dalih ramah lingkungan dan mendukung program pemerintah pusat dalam hal efisiensi BBM. Inipun juga terbantahkan dengan di fasilitasinya kegiatan Sunmori and Safety Riding oleh Wali kota Surabaya.
Karena kegiatan tersebut terkesan hura-hura dan pemborosan BBM serta tidak ramah lingkungan.

Baca Juga ;  Senyum Ceria MBG SDN Kletek: Dra. Lucy Kurniasari Pantau Program Makan Bergizi Gratis di SDN Kletek Taman Sidoarjo

Padahal saat ini masyarakat Surabaya tengah membutuhkan perhatian ekstra dari Pemkot Surabaya agar terjadi pemerataan bantuan-bantuan sosial yang diterima seperti PKH, BPNT, PBI JKN/BPJS Kesehatan, BST, PIP dan lain lain. Bukan kegiatan bernuansa seremonial yang terkesan plin-plan dan menghambur-hamburkan uang rakyat.
(Wied)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *