Foto: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Sidoarjo membantah isi ribuan kursi SMP negeri hilang dalam seleksi penerimaan murid baru (SPMB) 2026.
Klarifikasi disampaikan setelah beredar potongan berita di media sosial yang memicu kegaduhan di kalangan orang tua siswa.
“Tidak ada kursi hilang. Dispendikbud menegaskan bahwa seluruh kuota data tampung SMP Negeri khususnya di Sidoarjo telah dihitung, direncanakan dan di alokasikan secara transparan sesuai dengan regulasi dan petunjuk teknis (Juknis) PPDB atau SPMB yang berlaku, ” ujar Netty Lastiningsih yakni Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/06/2026).
Menurut beliau, konten tersebut beredar sepihak karena tidak disertai konfirmasi ke instansi terkait, sehingga dikhawatirkan membentuk opini negatif dan memicu keresahan wali murid.
Beliau menjelaskan pula, bahwa SPMB Sidoarjo dijalankan secara daring. Data di jalur zonasi, prestasi, afirmasi, sampai perpindahan tugas orang tua, tercatat otomatis dan dapat dipantau oleh masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan sikap influencer atau pembuat konten yang langsung menyebarluaskan narasi sensitif tersebut tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada Dinas Pendidikan Sidoarjo selalu pemangku kebijakan,” ujarnya.
Dispendikbud kabupaten Sidoarjo tetap terbuka terhadap kritik selama berdasarkan data yang valid dan konfirmasi berimbang.
“Kami meminta agar setiap informasi yang disampaikan ke publik perlu didasarkan pada data yang valid dan melalui proses konfirmasi yang berimbang, agar tidak menciptakan keresahan sosial yang tidak perlu, ” tegasnya.
Dispendikbud Sidoarjo juga tetap menyisir anak putus sekolah agar bisa melanjutkan pendidikan, termasuk berkoordinasi dengan sekolah dan orang tua dari keluarga prasejahtera.
Wali murid yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan keluhan masalah SPMB diminta mengakses instagram @dispendikbudsidoarjo atau melalui posko pengaduan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
“Kita mengharapkan semua pihak dapat menjaga agar pelaksanaan SPMB dapat berjalan lancar dan kondusif,” tutur Netty Lastiningsih. (AGN)












