Dinamika Baru Sepak Bola Surabaya: Kepindahan de Red FC ke Tambaksari dan Respon Publik

​Surabaya, SuaraGlobal.Net – Peta sepak bola Kota Surabaya menghadirkan dinamika baru. Berdasarkan keputusan Kongres PSSI, klub de Red FC (sebelumnya Dejan FC Depok) secara resmi akan menjadikan Stadion Gelora 10 November (Tambaksari) sebagai markas utama mereka untuk mengarungi kompetisi mendatang.

​Kepindahan klub yang dirintis dari kompetisi amatir sejak 2018 ini menarik perhatian publik olahraga Jawa Timur. Langkah relokasi de Red FC bertepatan dengan keterlibatan sejumlah tokoh politik lokal dan regional dalam jajaran manajemen klub, yang juga mendapat perhatian dari kalangan pendukung sepak bola di kota Surabaya.

Baca Juga ;  TOW SENGAJA DITUMBALKAN DEMI PAD ? Wakil Rakyat Harus Ambil Sikap

​Hadirnya de Red FC di Tambaksari dilengkapi dengan penunjukan pelatih berpengalaman, Aji Santoso. Kehadiran klub baru ini beroperasi di tengah memori historis Stadion Tambaksari yang lama diidentikkan dengan perjalanan panjang Persebaya Surabaya. Saat ini, Persebaya sendiri lebih banyak beraktivitas di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) guna memfasilitasi kapasitas penonton yang lebih besar serta penyesuaian standar regulasi kompetisi Liga 1.

​Pihak manajemen de Red FC menyatakan bahwa pemilihan Surabaya sebagai markas baru didasari oleh potensi pembinaan pemain muda dan fasilitas olahraga yang memadai. Sementara itu, pihak pengelola stadion dan pemerintah daerah menegaskan bahwa pemanfaatan fasilitas olahraga dilakukan sesuai dengan prosedur dan regulasi retribusi yang berlaku.

Baca Juga ;  Lembaga Perlindungan Konsumen GAVEL Resmi Terbentuk

​Tantangan kini berada di tangan tim kepelatihan dan manajemen de Red FC untuk membuktikan performa di lapangan, sekaligus membangun basis pendukung secara alamiah di tengah tradisi sepak bola Surabaya yang sudah mengakar kuat. (raka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *