Foto ilustrasi.
Surabaya, SuaraGlobal.Net – Cafe Bravo Arjuna jalan Kenjeran 169, Tambaksari Surabaya kembali menjadi ajang keributan. Kali ini seorang Ladies Companion (LC) berinisal RZ (27 tahun) jadi korban penganiayaan tamunya.
Pada hari Kamis (02/04/2026 ) sekitar pukul 01.10 Wib dini hari di Cafe Bravo Arjuna. Korban dianiaya hingga berdarah di bagian mukanya, tulang hidungnya juga patah. Biadabnya sebelum dihajar, korban sewaktu akan pulang bersama temannya ditabrak motor oleh pelaku di halaman cafe yang terletak di jalan Kenjeran 169 tersebut, kemudian dihajar dan di injak injak oleh pelaku hingga berdarah.
Korban pun tidak tinggal diam mencoba berlari dan menyelamatkan diri hingga berlari masuk kembali ke cafe yang sudah persiapan tutup tersebut. Namun pelaku yang diketahui seorang diri tersebut seperti kesetanan, terus mengejar dan menghajar korban di dalam ruangan tersebut, bahkan uang saweran dari pelaku yang beberapa jam sebelumnya ditemani ber-happy, juga dirampas dengan kasar.
Menurut beberapa saksi di saat kejadian, Penganiayaan itu terjadi lantaran korban menolak diajak tidur di hotel oleh tamunya.
“Tamu tersebut baru pertama kali ke sini. Waktu selesai minum, RZ diajak ke hotel, tapi gak mau. Akhirnya pelaku menunggu korban di depan cafe. Sebelum dipukuli, dia sempat ditabrak dengan motor di halaman parkiran cafe sampai terjatuh,” ujarnya sambil mewanti wanti namanya untuk dirahasiakan.
Iptu Amiruddin, Kanit Reskrim Polsek Tambaksari mengaku kalau awalnya sedikit mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut, namun ia tidak menampik kalau sudah mendapatkan petunjuk berdasarkan keterangan beberapa saksi dan hasil olah TKP yang dilakukan beberapa anggotanya.
“Mohon bantuan doanya mas, agar pelaku segera kami tangkap,” ujar arek Semolowaru yang dikenal akrab dengan wartawan ini.
Disinggung terkait evaluasi perijinan untuk dicabut karena seringnya terjadi kekacauan di area Cafe Bravo Arjuno, bahkan tahun 2023 lalu sempat ada korban meninggal dunia dan di bulan Februari 2025 juga ada penganiayaan seorang wanita yang dilakukan seorang LC, pria berpangkat dua balok di pundak tersebut dengan diplomatis menjawab, bahwa masalah perijinan sebetulnya bukanlah ranahnya.
“Namun setiap kasus yang masuk ke meja saya, akan menjadikan perhatian dan sorotan kami selaku pemangku wilayah dalam hal keamanan dan ketertiban. Beri saya waktu dan mohon supportnya mas,” ujar Iptu Amiruddin yang baru satu bulan lebih empat hari menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Tambaksari, sambil mengakhiri wawancara dengan awak media SuaraGlobal.Net. (Wied)












