Tak Perlu Dahak, Warga Surabaya Kini Bisa Deteksi TBC Lewat Air Liur Target Eliminasi 2030

Foto: dr billy daniel mesakh (empat dari sebelah kanan) di dampingi tim peneliti dari korea selatan, perhimpunan dokter paru indonesia dan kepala puskesmas sawah pulo dr geryd.

 

Surabaya, SuaraGlobal.Net – Kabar baik bagi warga Kota Pahlawan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini menerapkan teknologi pemeriksaan terbaru yang jauh lebih mudah untuk mendeteksi penyakit Tuberkulosis (TBC). Jika selama ini masyarakat sering kesulitan karena harus mengeluarkan dahak, kini deteksi TBC cukup dilakukan melalui sampel saliva atau air liur saja.
​Inovasi yang didukung oleh tim ahli internasional dari negara China dan Korea Selatan ini diharapkan dapat menghapus ketakutan warga untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

​Gencar Tracing dan Skrining Masal

​Langkah responsif ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dalam memutus rantai penularan TBC demi mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.
​Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengungkapkan bahwa saat ini ada lima area di Surabaya yang menjadi fokus kegiatan tracing (pelacakan kontak erat) dan screening (pemeriksaan warga sehat/tanpa gejala) yang digelar rutin setiap pekan. Salah satu aksi nyatanya dilakukan di Puskesmas Sawah Pulo, dengan menggandeng tim dokter spesialis paru dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair).
​Data Dinkes Surabaya periode Januari-Mei 2026 menunjukkan hasil yang terukur:
• ​71,54 Persen Suspek Diperiksa: Dari target 61.624 terduga TBC, sebanyak 44.088 orang telah berhasil diperiksa.
• ​Ratusan Ribu Warga Diedukasi: Skrining massal telah menjangkau 644.201 penduduk Surabaya.
• ​Ribuan Kasus Ditangani: Ditemukan 4.191 kasus TBC, di mana 4.166 pasien di antaranya sudah langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas layanan kesehatan.

Baca Juga ;  Kepala Dinas Pendidikan Cabang Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Sampang Turun Kelapangan, Kroscek Aktivitas Pembelajaran

​Pasien Dipantau Gratis Sampai Sembuh

Baca Juga ;  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Perlu Mengambil Tindakan Tegas Terhadap Oknum Kepala Sekolah yang Pulang Sebelum Waktunya, Tanpa Adanya Informasi Lengkap

​Pemerintah Kota menjamin bahwa penanganan TBC di Surabaya dilakukan secara cepat dan gratis. Begitu hasil diagnostik keluar, paket obat dan terapi langsung tersedia di Puskesmas.
​Mengingat durasi pengobatan TBC yang cukup panjang dan sering membuat pasien jenuh, Pemkot Surabaya mengerahkan Kader Surabaya Hebat (KSH) bersama petugas Puskesmas untuk melakukan pendampingan langsung ke rumah-rumah pasien guna memantau ketaatan minum obat.
​”Obat yang diberikan benar-benar harus diminum karena terapinya cukup banyak. Itu yang membuat kadang-kadang pasien lelah. Nah, kita motivasi terus sehingga mereka tetap semangat,” ujar dr. Billy Daniel Messakh.

​Melalui sinergi teknologi baru dan pengawasan humanis ini, angka kesembuhan (Treatment Success Rate) TBC di Surabaya kini telah menyentuh angka 89,36 persen. Warga yang mengalami batuk menahun atau memiliki riwayat kontak dengan penderita diimbau tidak ragu mendatangi Puskesmas terdekat demi keselamatan keluarga tercinta. (raka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *