Foto dari sumber instagram : cristiano ronaldo @cristiano.
SuaraGlobal.Net Indonesia Sport – Timnas Portugal sempat di prediksi akan menjadi tim terkuat yang mempunyai kans besar menjadi calon juara atau bisa menembus babak final, namun langkah awal Portugal di turnamen akbar ini memang jauh dari kata mulus setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di Grup K. Hasil ini menjadi tamparan keras bagi timnas dengan julukan Selecao das Quinas tersebut, mengingat Republik Kongo merupakan tim non-unggulan yang baru mencicipi kembali atmosfer putaran final Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun. Kegagalan memetik poin penuh ini membuat posisi Portugal di fase grup langsung berada dalam tekanan.
Cristiano Ronaldo, yang kini telah menginjak usia 41 tahun, sebenarnya sedang mengukir sejarah besar dengan menjalani Piala Dunia keenam dalam kariernya, sebuah rekor yang ia bagi bersama rival abadinya, yakni bintang timnas Argentina Lionel Messi. Namun, catatan historis tersebut ternoda oleh kegagalannya mengonversi dua peluang emas di babak kedua.
Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo gagal unjuk ketajaman pada matchday pertama Grup K di Piala Dunia 2026. Ini kontras dengan torehan yang dibuat Lionel Messi hingga Erling Haaland, bintang timnas Norwegia.
Ketidakmampuan Cristiano Ronaldo memanfaatkan peluang tersebut memicu frustrasi yang terlihat jelas di lapangan, salah satunya dari sang gelandang andalan timnas Portugal, Bruno Fernandes. Bruno yang berdiri bebas dalam posisi yang jauh lebih menguntungkan di belakang Ronaldo pada peluang pertama, tampak kecewa berat karena tidak diberi umpan. Gestur ketidakpuasan dari bintang klub Manchester United itu sempat tertangkap kamera penonton dan menjadi pembahasan hangat di media sosial.
Roberto Martinez Pasang Badan
Kendati banyak kritikan dari netizen, dan para pundit sepakbola, juga meme yang beredar membandingkan Lionel Messi di laga perdana sukses mencetak 3 gol, pelatih timnas Portugal, Roberto Martinez, memilih pasang badan dan membela anak asuhnya dalam konferensi pers. Menurut Martinez, minimnya kontribusi Ronaldo bukan mutlak kesalahan sang pemain, melainkan karena kurangnya dukungan dan suplai bola dari lini kedua. Ia menilai strategi tim secara keseluruhan tidak berjalan baik dalam melayani ujung tombak utama mereka.
Bagi Fans Ronaldo, laga perdana terkadang sangat sulit, dan masih percaya bahwa Ronaldo akan menunjukkan performa dan kemampuan terbaiknya di timnas Portugal, mengingat kemungkinan piala dunia 2026 ini adalah piala dunia terakhirnya, Meski pembelaan terus mengalir dari sang pelatih, tekanan publik agar Portugal melakukan regenerasi di lini depan dipastikan tidak akan mereda. Portugal kini dituntut segera berbenah sebelum melakoni laga krusial kedua melawan timnas Uzbekistan di Houston pada hari Selasa nanti, sebelum nantinya menutup laga fase grup melawan timnas Kolombia di Miami, dimana Kolombia berhasil menang atas Uzbekistan dengan skor 3-1. (Mad)












