Oknum BPBD Surabaya Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur, Coreng Konsep Kampung Pancasila yang digaungkan Wali Kota Surabaya

Foto: kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Surabaya, SuaraGlobal.Net – Slogan “Kampung Pancasila” yang digelorakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, dinilai tercoreng. Hal ini menyusul adanya dugaan tindakan kekerasan ala premanisme yang dilakukan oleh seorang oknum petugas BPBD Kota Surabaya berinisial YB terhadap seorang anak di bawah umur di kawasan Bulak Cumpat Utara I, kecamatan Bulak, kota Surabaya.
​Insiden memilukan yang terjadi pada Minggu (28/06/2026) di pemukiman warga ini memicu kecaman keras dari masyarakat setempat, lantaran melibatkan aksi penyeretan anak dari teras rumahnya sendiri hingga terpental ke tempat sampah.

​Kronologi Kejadian: Berawal dari Musholla, Berujung Kekerasan di Teras Rumah

​Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi SuaraGlobal.Net di lapangan, peristiwa ini bermula dari konflik antar-anak saat hendak melaksanakan salat berjamaah di Musholla Al-Mu’minun, Bulak Cumpat Utara I. Di rumah ibadah tersebut, anak korban (sebut saja berinisial I) diduga mengalami perundungan (bullying) oleh anak dari oknum petugas BPBD berinisial YB tersebut. Merasa tidak terima, anak I melakukan perlawanan spontan yang mengakibatkan wajah anak oknum YB terkena cakaran.
​Perselisihan anak vs anak yang terjadi di musholla itu rupanya berbuntut panjang. Bukannya menyelesaikan secara bijak sebagai orang tua, oknum YB justru mendatangi rumah korban dengan penuh amarah.
​Oknum YB dilaporkan datang berteriak-teriak mencari ayah dari anak I. Tanpa memedulikan situasi, oknum BPBD ini diduga langsung melakukan tindakan represif di teras rumah korban dengan mencengkeram, menenteng, dan menyeret anak I dari teras rumahnya.
​Melihat leher anaknya dicekik dan dicengkeram di depan mata kepala sendiri, ayah korban langsung bertindak defensif mendorong oknum YB tersebut demi melepaskan cengkeraman tangan dan menyelamatkan nyawa sang anak.

Baca Juga ;  Kegundahan Seniman Berujung Surat Terbuka untuk Wali Kota Surabaya

​Warga sekitar yang melihat kejadian itu pun langsung berbondong-bondong melerai. Menurut kesaksian warga di lokasi kepada SuaraGlobal.Net, tindakan brutal oknum YB di teras rumah tersebut membuat anak di bawah umur berinisial I sempat diseret hingga terpental ke arah tong sampah.

Baca Juga ;  Ketum GNI : DPRD Kota Surabaya Harus Turut Bertanggung jawab

​Menolak Musyawarah, Malah Lapor Polisi

​Pasca-kejadian di teras rumah tersebut, ketua RT dan tokoh masyarakat setempat sebenarnya telah berupaya mengambil jalan tengah dengan mengundang kedua belah pihak untuk bermusyawarah secara kekeluargaan. Namun, alih-alih menunjukkan iktikad baik sebagai pelayan masyarakat, oknum YB justru berkilah dan memilih langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kenjeran.
​Langkah hukum yang diambil oknum YB tersebut dinilai warga sebagai bentuk arogansi, mengingat pemicu awal dan tindakan kekerasan fisik justru diduga kuat dimulai oleh oknum kedinasan tersebut kepada anak di bawah umur.

​Ironi Kampung Pancasila dan Bungkamnya Kepala BPBD

​Aksi koboi oknum lapangan berinisial YB ini dinilai bertolak belakang dengan konsep Kampung Pancasila yang selama ini menjadi program unggulan Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Eri Cahyadi , yang seharusnya mengedepankan gotong royong, kedamaian, dan perlindungan anak.
​Hingga berita ini diturunkan, Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, memilih diam seribu bahasa dan belum memberikan keterangan resmi ataupun klarifikasi terkait ulah arogan yang diduga dilakukan oleh anak buahnya tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media.

Baca Juga ;  Komitmen Nyata UHT, Dampingi UNDIRA Bali Mendirikan Fakultas Kedokteran

​Masyarakat kini mendesak pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Surabaya untuk bertindak objektif dan memberikan sanksi tegas kepada oknum YB, demi menjaga marwah institusi penegak ketenteraman warga Surabaya. (raka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *