Turba MWCNU Waru dan Musyran PRNU Pepelegi, Ustadz Ahmad Bashori dan Ustadz H. Nadlir Muhyiddin Terpilih untuk Periode 2026–2031

Foto: Turba Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Waru sekaligus Musyawarah Ranting (Musyran) PRNU Pepelegi.

 

Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pepelegi menggelar Turba (Turun ke Bawah) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Waru sekaligus Musyawarah Ranting (Musyran) PRNU Pepelegi pada Selasa (15/9/2026) di Gedung NU Pepelegi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 115 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota NU Pepelegi serta badan otonom (banom) NU, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, dan LAZISNU Pepelegi.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Bapak Musnandar, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Moh. Abdillah. Selanjutnya, khutbah iftitah disampaikan oleh Yai Mahsun Syafi’, selaku Rais Syuriyah NU Pepelegi. Rangkaian pembukaan diteruskan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Subbanul Wathan yang dipimpin Bapak Lukman Kurniawan, serta doa oleh Ustadz Al Fadjar.

Memasuki agenda Turba MWCNU Waru, kegiatan dipandu oleh Ustadz Mashun Ananta. Materi Aswaja disampaikan oleh KH. M. Yasir, sedangkan pemaparan program MWCNU Waru disampaikan oleh KH. Nur Kholis.

Turut hadir lima perwakilan MWCNU Waru, yakni KH. Nur Kholis, KH. M. Yasir, Ustadz Lazwar Bakhri, Ustadz Mashun Ananta, dan Ustadz H. M. Kholiq Idris. Agenda Turba menjadi bagian dari silaturahmi dan konsolidasi organisasi sekaligus penyampaian program MWCNU Waru kepada jajaran NU di tingkat ranting.

Baca Juga ;  Skandal Dana Reses Mengguncang Yos Sudarso: Di Balik Sorotan Kinerja DPRD Surabaya Sepanjang Juni 2026

Empat Agenda Pleno Musyran

Setelah agenda Turba, kegiatan dilanjutkan dengan Musyran PRNU Pepelegi. Sidang dipimpin oleh Ustadz Lazwar Bakhri dengan empat agenda pleno.

Foto: Ustadz Lazwar Bakhri (kiri).

Sidang Pleno I membahas tata tertib (Tatib), dengan Bapak Lutfi Eko Susanto sebagai pimpinan sidang dan Bapak Darmaji sebagai sekretaris.

Sidang Pleno II beragendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) sekaligus demisioner kepengurusan sebelumnya yang disampaikan oleh Ustadz H. Nadlir Muhyiddin, selaku Ketua Tanfidziyah PRNU Pepelegi periode sebelumnya.

Foto: Ustadz H. Nadlir Muhyiddin (kanan).

Selanjutnya, Sidang Pleno III membahas pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), sedangkan Sidang Pleno IV memasuki agenda pemilihan Ketua Tanfidziyah PRNU Pepelegi.

Ahmad Bashori dan Nadlir Muhyiddin Terpilih

Dari rangkaian proses Musyran, Ustadz Ahmad Bashori terpilih sebagai Rais Syuriyah NU Pepelegi untuk periode 2026–2031, menggantikan Yai Mahsun Syafi’ yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah.

Sementara itu, dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah PRNU Pepelegi, Ustadz H. Nadlir Muhyiddin kembali terpilih untuk periode 2026–2031.

Pemilihan Ketua Tanfidziyah dilakukan melalui pemungutan suara dalam dua tahapan, yakni tahap ora calon dan tahap calon. Dari proses tersebut, Ustadz H. Nadlir Muhyiddin memperoleh suara terbanyak dan kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Pepelegi.

Baca Juga ;  Semarak Lomba Agustusan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di TK Muslimat NU 37 Pepelegi dan PG Ar Raudhah Pepelegi

Terpilih, Nadlir Diminta Memilih Amanah

Sesaat setelah Ustadz H. Nadlir Muhyiddin ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih, muncul momen yang cukup mengharukan dalam forum Musyran.

Pimpinan sidang menyampaikan bahwa Ustadz H. Nadlir Muhyiddin juga masih mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Waru. Sementara itu, sesuai ketentuan AD/ART MWCNU Waru, Pengurus Harian tidak diperkenankan merangkap jabatan.

Atas ketentuan tersebut, Ustadz H. Nadlir Muhyiddin diminta menentukan pilihan antara tetap mengemban amanah sebagai Pengurus Harian MWCNU Waru atau kembali menerima amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Pepelegi.

Dalam suasana penuh haru dan pertimbangan, Ustadz H. Nadlir Muhyiddin akhirnya memilih untuk kembali mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Pepelegi. Pilihan tersebut sekaligus membuatnya harus menyatakan pengunduran diri dari jabatan sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Waru.

Keputusan tersebut menjadi salah satu momen yang menyentuh dalam pelaksanaan Musyran. Setelah melalui pertimbangan, amanah di tingkat ranting menjadi pilihan yang akan kembali dijalankan Ustadz H. Nadlir Muhyiddin untuk periode ketiga.

Masih Banyak PR yang Harus Dikerjakan

Dalam sambutannya setelah kembali dipercaya memimpin PRNU Pepelegi, Ustadz H. Nadlir Muhyiddin menyampaikan bahwa periode 2026–2031 merupakan periode ketiganya sebagai Ketua Tanfidziyah.

Ia menyampaikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, dirinya berharap pada periode ketiga ini berbagai cita-cita dan program yang telah dirintis dapat terus dilanjutkan.

Baca Juga ;  Suatu Kehormatan Kedatangan Presiden Prabowo Bagi Gus Hasib Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

“Masih banyak PR yang harus dikerjakan. Semoga di periode ini kita kembali bisa mewujudkan mimpi,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi komitmen untuk melanjutkan khidmat di tingkat ranting, khususnya dalam mendorong program-program yang dapat memberikan manfaat bagi warga Pepelegi.

Kegiatan Turba MWCNU Waru dan Musyran PRNU Pepelegi berlangsung dalam suasana kebersamaan dan konsolidasi organisasi. Kepengurusan baru periode 2026–2031 diharapkan dapat melanjutkan khidmat NU Pepelegi serta memperkuat sinergi antara NU, banom, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Ketua panitia kegiatan, Bapak Sukirno, bersama seluruh panitia turut mengawal rangkaian kegiatan hingga selesai. (AGN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *