Di Balik Target 6,5 Menit Nyawa Selamat !!! Komandan Damkar Surabaya Digembleng Simulasi Ekstrem

Dok. Foto pelatihan pemadaman kebakaran sumber surabaya.go.id

 

Surabaya, SuaraGlobal.Net – Ketika sirine mobil Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya meraung di jalanan, ada pertaruhan besar yang dibawa. waktu tanggap (response time) tidak boleh lebih dari 6,5 menit demi menyelamatkan nyawa warga Kota Pahlawan.

​Untuk memastikan target krusial tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengambil langkah berani dengan menggembleng 50 personel pilihan, khususnya para Komandan Regu (Danru) dan Komandan Tim (Danton), ke dalam pelatihan ekstrem bersertifikasi profesional Firefighter Level 2 (FF2).
​Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Para pemimpin lapangan ini dituntut tidak hanya mengandalkan otot dan keberanian, melainkan kecerdasan taktis dalam mengambil keputusan di detik-detik kritis bencana.

​Digodok dari Gunung hingga Simulasi Arus Air

​Proses regenerasi dan peningkatan kompetensi ini tidak main-main. Selama dua pekan, para ksatria pelindung kota ini diisolasi untuk menjalani dua fase latihan yang menguras fisik dan mental.
​Pada pekan pertama, para personel digodok dalam materi teori land rescue dan pencarian korban di ruang terbatas di kawasan Prigen, Pasuruan. Memasuki pekan kedua, ujian sesungguhnya dimulai di fasilitas simulasi DPKP Surabaya. Mereka dihadapkan pada skenario nyata,menerobos pekatnya asap dengan pandangan nol (minim visibilitas), menyelamatkan korban di ketinggian gedung bertingkat menggunakan tangga kait, hingga teknik water rescue (penyelamatan perairan).

Baca Juga ;  SDN Krembung 2: Berbagi Takjil Bukan Sekadar Memberi Makanan, tetapi Menumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan pada Siswa

​Peserta dibagi menjadi beberapa tim, mulai dari tim penyerang (attack team), tim pendukung (support team), hingga tim penyelamat (rescue team). Ini melatih koordinasi antar unit, bukan cuma kemampuan individu, jelas Ketua Tim Kerja Pembinaan Aparatur dan Pemberdayaan Masyarakat DPKP Surabaya, Widagdo Endang Suroso.
​Menariknya, para komandan ini juga dibekali keahlian menggunakan Mechanical Advantage System (MAS) yakni sebuah teknik evakuasi medan sulit berbasis sistem katrol serta sertifikasi medis Medical First Responder (MFR) yang bekerja sama dengan RSUD dr. M. Soewandhie pada Kamis (11/06/2026).

Baca Juga ;  Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Kedungkendo Berlangsung Meriah Dan Penuh Haru

​Jaminan Keamanan untuk Warga Surabaya

​Sementara itu, Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menegaskan bahwa sertifikasi berjenjang ini adalah hak masyarakat Surabaya untuk mendapatkan pelayanan darurat yang profesional dan terukur.
​”Komandan di lapangan harus punya bekal kuat dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat. Dengan personel yang lebih terlatih, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran dan bencana diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin, tegas Laksita Rini.
​Melalui pelatihan ini, DPKP Surabaya juga menyiasati tantangan masa depan kota dengan menyiapkan regenerasi instruktur baru, mengingat banyaknya personel senior yang akan memasuki masa purnatugas.

Baca Juga ;  SDN Kedungkendo Peringati Hari Kartini 2026: Wujudkan Generasi Indonesia Berbudaya

Warga Surabaya kini bisa sedikit bernapas lega, mengetahui bahwa para petugas yang datang ke lokasi bencana dipimpin oleh komandan-komandan bersertifikasi tinggi yang siap bertaruh nyawa demi keselamatan kota. (Akbr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *