Tradisi Sanggring Kolak Ayam Gumeno Gresik Hadir Berbeda, Setelah Memasuki 5 Abad

Foto: Tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Manyar, Gresik.

 

Gresik, SuaraGlobal.Net – Tradisi Sanggring di Desa Gumeno, Manyar, tahun ini akan terasa berbeda. Tradisi Sanggring atau Kolak Ayam Gumeno ini nanti akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Sanggring atau Kolak Ayam Gumeno ini merupakan tradisi yang digelar rutin tiap tahun dalam momen hari ke-23 Ramadan.

Tahun ini, tradisi tersebut telah memasuki usia lima abad.

Ketua Pelaksana, Didik Wahyudi, mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini menghadirkan berbagai inovasi. Salah satu yang paling dinanti adalah pengajian akbar bersama KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro.
Pengajian ini menjadi spesial karena baru pertama kali diadakan setelah Salat Tarawih. “Spesial pengajian akbar KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro setelah salat Tarawih yang belum ada di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Didik, Senin (17/3/2025).

Baca Juga ;  Bersama Warga, Rungkut Tengah Menata Wisata Edukasi dan Literasi Demi Tercapainya Ekonomi yang Lebih Baik

Selain itu, Sanggring 5 Abad juga akan diramaikan dengan Festival Banjari tingkat Jawa Timur. Tak hanya dari sisi acara, jumlah sajian yang disediakan tahun ini juga memecahkan rekor.
Sebanyak 3.500 bungkus makanan akan dibagikan kepada tamu di Masjid Jami’ Sunan Dalem. “Terbanyak sepanjang sejarah perayaan Sanggring,” imbuh Didik.

Baca Juga ;  Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus Pemuda Pengedar Sabu di Wringinanom, Sita 9,1 Gram

Prosesi ziarah waliyullah yang mencakup perjalanan ke makam Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Maulana Malik Ibrahim, hingga Sunan Dalem juga menjadi inovasi baru dalam peringatan tahun ini. “Ini pertama kalinya ziarah waliyullah menjadi bagian dari rangkaian acara,” jelasnya.

Untuk mendukung semua rangkaian acara, panitia telah menyiapkan bahan dalam jumlah besar. Diantaranya yakni 260 ekor ayam, 740 kg gula merah, 600 butir kelapa, 250 kg bawang daun, 60 kg jinten bubuk, dan 1.400 liter air.

Semua ini akan menjadi bagian dari sajian khas Kolak Ayam, hidangan tradisional yang menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi ini.(Ges)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *