Bukti Nyata Pemkot Surabaya Hadir untuk Rakyat: Kelurahan Tambak Wedi dan Dinsos Gerak Cepat Respons Aduan Warga Tak Mampu

Foto: (Dari kiri) kader surabaya hebat, warga Sahrul dan istri, kasi kesra kelurahan tambak wedi Nurma Ita, staf dinsos kota surabaya.

Surabaya, SuaraGlobal.Net – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di bawah kepemimpinan Wali kota Surabaya dalam memberikan pelayanan publik yang responsif kembali dibuktikan di lapangan. Melalui sinergi cepat antara pihak Kelurahan dan Dinas Sosial, aduan masyarakat yang masuk lewat kanal resmi langsung mendapat penanganan taktis.
​Hal ini terlihat nyata saat tim gabungan melakukan aksi penjangkauan (outreach) ke kediaman Sahrul (40), seorang warga di kawasan Tambak Wedi Lebar Blok E-F/14-A, RT 12 RW 01, Kelurahan Tambak Wedi, pada Senin siang (22/06/2026). Langkah cepat ini diambil segera setelah adanya laporan warga yang masuk melalui saluran Hotline Wali kota Surabaya.
​Aksi tanggap darurat di lokasi dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kelurahan Tambak Wedi, Nurma Ita. Tidak sendirian, Nurma Ita turun ke lapangan bersama Staf Dinas Sosial Kota Surabaya, Staf Kesra Kelurahan, serta didampingi oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) pendamping RT 12 RW 01.

Baca Juga ;  Lembaga Perlindungan Konsumen GAVEL Resmi Terbentuk

​Potret Perjuangan Warga di Balik Dinding yang ‘Menumpang’
​Kunjungan lapangan yang dipimpin oleh Nurma Ita ini menguak cerita perjuangan hidup Sahrul yang cukup memprihatinkan. Pria asal Sampang yang bekerja sebagai driver ojek online (Gojek) dengan penghasilan sekitar Rp 2 juta per bulan ini harus menghidupi seorang istri dan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD AL FAHMI Tambak Wedi.
​Guna menutupi iuran bulanan, termasuk listrik 900 Watt, air PDAM, dan iuran sampah, Sahrul bahkan melakoni pekerjaan sambilan sebagai pemulung barang bekas di sekitar rumahnya, yang baru bisa ia jual ke pengepul setiap 3 atau 4 bulan sekali.
​Kondisi rumah berukuran 3×12 meter yang ditempatinya pun jauh dari layak. Teras rumahnya kerap bocor saat hujan tiba. Yang paling memprihatinkan, rumah tersebut belum memiliki dinding sendiri di beberapa sisi, melainkan masih menumpang pada dinding rumah milik tetangga, serta lantainya yang sama sekali belum tersentuh keramik.

Baca Juga ;  Tak Seorang pun Pejabat Pemkot Surabaya Hadiri Serasehan PGP

​Pemkot Surabaya Siapkan Intervensi Lanjutan
​Sebelum adanya aduan ini, Pemkot Surabaya sebenarnya telah memberikan jaminan sosial berupa BPJS PBI dan bantuan Beras Bulog 10 KG secara rutin untuk keluarga Sahrul. Namun, menyikapi kondisi fisik bangunan rumah yang mengkhawatirkan, Kasi Kesra Kelurahan Tambak Wedi, Nurma Ita, bersama tim Dinsos Surabaya langsung mendata harapan warga tersebut.
​Sahrul sangat berharap rumahnya bisa mendapatkan bantuan program Rumah Layak Huni (Rutilahu) dari DPRKPP Kota Surabaya serta bantuan sosial dari Baznas Surabaya demi mendongkrak perekonomian keluarganya.
​Kepada awak media, pihak Kelurahan Tambak Wedi yang diwakili Nurma Ita menegaskan bahwa seluruh jajaran kelurahan hingga tingkat kader KSH akan terus mengawal laporan ini. Sinergi kilat antara Kelurahan Tambak Wedi dan Dinas Sosial Kota Surabaya ini menjadi bukti konkret bahwa Pemkot Surabaya tidak pernah tidur dalam mendengarkan dan menyelesaikan persoalan langsung dari warga kecil di akar rumput. (raka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *