​Ungkap Jaringan Internasional BNN & Bea Cukai, Gerebek 3,37 Ton Narkoba Impor Thailand di Gudang Gresik

Foto: BNN Saat Konferensi Pers di Gudang Prambanan Bizland Cerme Gresik.

 

Gresik, SuaraGlobal.Net – Sebuah operasi intelijen berskala besar berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika internasional jaringan lintas negara.

Tak tanggung-tanggung, tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil menyita total berat 3,37 ton narkoba berkualitas tinggi yang disembunyikan di kawasan pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

​Operasi senyap ini merupakan buah dari penyelidikan panjang yang bergerak dari pelabuhan, menyisir jalur darat, hingga berakhir pada penyergapan dramatis di Jawa Timur.

Keberhasilan ini bermula dari kejelian petugas di lapangan yang mencium adanya kejanggalan pada arus barang impor. Berikut adalah lini masa pergerakan operasi diantaranya;

​Dimana pada 9 Juni 2026, deteksi awal di Jakarta, Petugas Bea Cukai menemukan anomali pada kargo yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
Analisis intelijen mendalam memastikan bahwa komoditas tersebut adalah narkotika.

​Strategi Controlled Delivery: Alih-alih langsung menyita barang di pelabuhan, tim gabungan sengaja melepas kargo tersebut di bawah pengawasan super ketat untuk memancing keluar sang bandar dan menemukan gudang utamanya.

Baca Juga ;  Warga Surabaya Wajib Tahu! Ini Cara Cepat Cek Bansos Lewat Perlinsos Digital Terintegrasi di Balai RW

Penyergapan di Purwakarta, Saat kargo bergerak lewat jalur darat, petugas terlebih dahulu mencegat sebagian kecil kiriman di Purwakarta, Jawa Barat, dan mengamankan 22 kilogram ganja.

​Gerebek Besar di Gresik, Jalur distribusi tersebut akhirnya menuntun petugas ke pergudangan Prambanan Bizland, Cerme, Gresik. Di lokasi yang dijadikan tempat penyimpanan sementara ini, petugas menyergap sisa barang bukti sebesar 3,35 ton ganja.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai RI, Letjen Djaka Budi Utama, mengungkapkan bahwa operasi ini berhasil membongkar jaringan narkotika internasional yang melibatkan negara Cina, Malaysia, dan Thailand.

​Modus Pelaku dimana memanfaatkan jalur importasi resmi untuk mengelabui petugas. Ganja senilai triliunan rupiah tersebut disembunyikan dengan rapi di dalam 500 koper dan 80 ball kardus latex.

​Dalam operasi ini, petugas berhasil mengamankan 12 orang tersangka. Di antaranya terdapat satu Warga Negara Malaysia berinisial A, dan dua Warga Negara Thailand. Sementara itu, beberapa anggota jaringan lainnya yang diduga kabur ke luar negeri kini berstatus buron dan sedang diburu intensif.

Baca Juga ;  Pemkot Surabaya Mulai Berlakukan Pendataan Ulang Warga Surabaya Pasca Lebaran 2026

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, membeberkan bahwa ganja yang disita kali ini memiliki karakteristik yang berbeda dan jauh lebih berbahaya dari ganja lokal.

​Kualitas Premium & THC Tinggi, “Ini bunganya. THC-nya lebih tinggi daripada yang ada di Indonesia. Kualitasnya lebih bagus yang dari Thailand,” ujar Suyudi.

​BNN menduga seluruh barang tersebut tidak hanya akan dipasarkan dalam bentuk konvensional (lintingan), tetapi juga akan diolah menjadi liquid vape (rokok elektrik) bermuatan narkotika.

“Ini juga bisa diolah menjadi liquid. Arahnya memang ke sana. Makanya sebelum berkembang lebih besar, kami lakukan penindakan,” tegasnya.

Menyelamatkan 10 Juta Jiwa & Rp4,58 Triliun Uang Negara
​Dampak dari operasi gabungan ini sangat masif bagi masa depan bangsa, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

Keberhasilan ini adalah hasil nyata dari kerja intelijen senyap yang berpadu dengan keberanian luar biasa petugas di lapangan,” kata Komjen Pol Suyudi.

Baca Juga ;  RSUD Grati Pasuruan Siagakan Dokter 24 Jam Selama Libur Lebaran

Di akhir pernyataannya, Kepala BNN mengimbau masyarakat untuk memperkuat benteng pertahanan dari tingkat terkecil dengan menjaga anak, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa BNN tidak akan tinggal diam dan akan terus memburu seluruh bandar serta jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya. (Ges)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *