Foto: Rapat Pleno Tim Penilai Pramuka Garuda Golongan Siaga.
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Menjadi Pramuka Garuda bukan sekadar meraih predikat, tetapi proses membentuk anak yang mandiri, disiplin, sehat, religius, dan mampu menjadi teladan.
Pesan tersebut disampaikan Kamabigus SDN Sidodadi Anita Wanodiya, S.Pd., M.Pd., dalam Rapat Pleno Tim Penilai Pramuka Garuda Golongan Siaga, Kamis (17/9/2026).
Anita Wanodiya mengajak orang tua memberikan dukungan penuh, terutama dalam pembuatan hasta karya dan dokumentasi kegiatan. Pendampingan anak juga dilakukan oleh Kak Adi Putra Firdaus sebagai kakak pembina calon Pramuka Garuda.
Sementara itu, Firda Mayasari, S.Pd., anggota tim penilai yang bertugas di SDN Sidodadi, menekankan pentingnya pembiasaan karakter di rumah.
“Adik-adik harus semakin mandiri. Mulai dari membersihkan rumah, merapikan tempat tidur, hingga membantu orang tua,” ujarnya.
Dalam proses penilaian, perilaku baik anak juga dapat dikonfirmasi melalui RT, RW, atau tokoh masyarakat. Guru Pendidikan Agama dapat memberikan penilaian aspek keagamaan, sedangkan guru PJOK menilai pola hidup sehat.

Pramuka Garuda bukan sekadar tanda di seragam, melainkan karakter baik yang tumbuh dan terbukti dalam keseharian. (AGN/ANI)












