Foto: Para guru, karyawan dan seluruh pengurus Yayasan MINU Ngingas, kecamatan Waru.
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Mengawali aktivitas belajar mengajar pasca libur Idul Fitri, keluarga besar Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Ngingas, kecamatan Waru, kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal pada Senin (30/03/2026).
Bertempat di Gedung Sekolah MINU Ngingas acara ini diikuti oleh seluruh guru, karyawan, dan pengurus Yayasan dengan suasana penuh khidmat dan kehangatan.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari pada pukul 08.00 WIB hingga selesai dibuka dengan sambutan Kepala Madrasah, kemudian Ketua Pengurus BPPPMNU (Badan Pengelola Pendidikan dan Pesantren Ma’arif NU) serta tidak lupa sambutan dari Pembina pengurus BPPPMNU.
Foto: Ketua Pengurus BPPPMNU.
Kehadiran para guru, karyawan dan pengurus Yayasan yang mengenakan busana muslim rapi menambah kekhusyukan suasana dalam kegiatan tersebut yang menjadi pusat kegiatan keislaman disekolah tersebut.

Kepala Madrasah dan Kepala Yayasan dalam sambutannya menekankan bahwa Halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk membersihkan hati dan memperkuat ukhuwah islamiyah di lingkungan pendidikan.
“Momentum hari ini adalah saat yang tepat bagi kita semua, baik guru, karyawan dalam Yayasan MINU Ngingas saling memaafkan dengan tulus. Kita ingin memulai kembali proses belajar mengajar dengan hati yang bersih, sehingga ilmu yang disampaikan guru dan diserap oleh siswa menjadi berkah,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para guru agar tetap mengingatkan selalu kepada siswanya untuk menjaga semangat ibadah yang telah dipupuk selama bulan Ramadan. Menurutnya, sebagai sekolah tahfidz, karakter jujur dan disiplin harus menjadi identitas utama siswa/siswi MINU Ngingas dalam kehidupan sehari-hari.
“Halalbihalal ini nantinya juga menjadi sarana edukasi bagi siswa yang nantinya di sampaikan oleh guru tentang pentingnya adab menghormati guru dan menyayangi sesama teman. Kami berharap sinergi antara aspek akademik dan karakter religius ini terus tumbuh kuat di sekolah kita,” pungkasnya.
Foto: Kepala Madrasah MINU Ngingas.
Acara puncak ditutup dengan sesi musafahah atau bersalam-salaman secara tertib. Para guru, karyawan dan seluruh pengurus Yayasan MINU Ngingas berbaris rapi untuk bersalaman sebagai simbol keridhaan dan keikhlasan. (AGN)












