Foto: kegiatan pembinaan perpustakaan daerah yang diselenggarakan di SDN Kletek, kabupaten Sidoarjo.
Oleh: Khristi Rosika Dewi, S.Pd.SD.,M.Pd. (Kepala Sekolah SDN Kletek)
Sidoarjo, SuaraGlobal.Net – Di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi digital, sekolah dasar tetap menjadi fondasi utama dalam membangun budaya literasi dan numerasi anak bangsa. Salah satu langkah nyata yang patut diapresiasi hadir dari SDN Kletek, Kabupaten Sidoarjo, melalui kegiatan pembinaan perpustakaan daerah yang tidak hanya berfokus pada penguatan fasilitas, tetapi juga pada penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (6/5/2026) di SDN Kletek menjadi bukti bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus ditopang oleh sinergi yang kuat dan berkelanjutan. Kegiatan pembinaan perpustakaan ini dilaksanakan dengan semangat “menuai ilmu” yang dimaknai sebagai proses menanam, merawat, hingga memetik hasil dari budaya literasi yang dibangun secara sistematis. SDN Kletek di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Khristi Rosika Dewi, S.Pd.SD.,M.Pd, tampil sebagai motor penggerak dalam menciptakan lingkungan belajar yang literat, inklusif, dan berorientasi masa depan.
Dengan visi sekolah yang berakhlak, kreatif, dan berprestasi, program pembinaan perpustakaan ini menjadi salah satu strategi konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Peran aktif berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Pengawas Korwil Dikbud Idha Rukiyatimah, M.Pd, Perangkat Desa Kletek yang diwakili oleh Ibu Tanti menunjukkan dukungan nyata terhadap dunia pendidikan dengan terlibat langsung dalam penguatan fasilitas dan program literasi sekolah. Keterlibatan Dinas Pendidikan melalui Korwil Dikbud dan pemerintah desa ini menjadi indikator bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga bagian dari pembangunan masyarakat secara luas. Tak kalah penting, Komite Sekolah yang dipimpin oleh Ibu Istivayatus bersama tim paguyuban orang tua turut memberikan kontribusi signifikan. Mereka tidak hanya berperan sebagai pendukung moral, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam merancang kegiatan literasi yang relevan dengan kebutuhan siswa. Kolaborasi ini menciptakan hubungan yang harmonis antara sekolah dan orang tua, sehingga pendidikan anak menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
Dari sisi pembinaan teknis, kehadiran Ibu Puspa sebagai Koordinator Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta pembinaan perpustakaan sekolah memberikan warna tersendiri. Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis data, beliau memastikan bahwa pengelolaan perpustakaan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Pendampingan yang diberikan meliputi pengelolaan koleksi buku, pengembangan program literasi, hingga integrasi perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Yang menarik, kegiatan ini juga diprakarsai oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Kayan. Inisiatif beliau menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan dasar, khususnya literasi dan numerasi, telah menjadi agenda penting dalam pembangunan daerah. Dukungan legislatif ini membuka peluang lebih luas bagi sekolah-sekolah untuk mendapatkan fasilitas, pelatihan, dan program yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, perpustakaan SDN Kletek tidak lagi dipandang sebagai ruang penyimpanan buku semata, melainkan sebagai pusat belajar yang dinamis. Siswa didorong untuk aktif membaca, berdiskusi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan numerik.
Program-program seperti pojok baca kelas, gerakan literasi harian, serta integrasi numerasi dalam kegiatan membaca menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata. Literasi dan numerasi tidak lagi diajarkan sebagai konsep yang terpisah, tetapi diintegrasikan dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Misalnya, siswa diajak membaca cerita yang mengandung unsur perhitungan sederhana, atau memecahkan masalah matematika melalui konteks cerita sehari-hari.
Pendekatan ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, kontekstual, dan mudah dipahami oleh siswa.
Dampak dari kegiatan ini mulai terlihat secara bertahap. Minat baca siswa meningkat, kemampuan memahami teks semakin baik, dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan soal numerasi juga mengalami peningkatan. Guru-guru pun menjadi lebih kreatif dalam merancang pembelajaran berbasis literasi, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menumbuhkan budaya kolaborasi di lingkungan sekolah. Guru, siswa, orang tua, dan masyarakat saling terlibat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang positif. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan berbasis komunitas, di mana keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan lingkungan sekitar.
Namun demikian, keberhasilan ini tentu tidak boleh berhenti pada satu kegiatan saja. Sinergi yang telah terjalin perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Diperlukan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas perpustakaan, memperkaya koleksi buku, serta mengembangkan program-program inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Harapan besar pun disematkan pada keberlanjutan program ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, SDN Kletek diharapkan dapat menjadi model sekolah literasi yang inspiratif bagi sekolah lain di Kabupaten Sidoarjo maupun di tingkat yang lebih luas. Keberhasilan ini juga menjadi langkah awal dalam mencetak generasi Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreatif dalam berpikir, dan mampu berprestasi di berbagai bidang.
Pada akhirnya, kegiatan pembinaan perpustakaan ini bukan sekadar program formal, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membangun masa depan. Dari ruang perpustakaan yang sederhana, lahir harapan besar akan generasi yang literat, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman. SDN Kletek telah menunjukkan bahwa dengan sinergi, komitmen, dan semangat yang kuat, perubahan nyata dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang mustahil. Semoga langkah ini terus berlanjut, menginspirasi, dan memberikan manfaat yang luas bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena sejatinya, dari literasi yang kuat, akan lahir peradaban yang hebat. (AGN)












